Tentang YPIR

Sejarah berdirinya YPIR Pati

Ringkasan Sejarah Berdirinya YPIR Sundoluhur

Yayasan Pendidikan Islam Rifa'iyah (YPIR) Sundoluhur didirikan sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan ajaran Tarajumah karya KH. Ahmad Rifa'i melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Berdirinya YPIR berakar dari perjuangan dua tokoh utama, yaitu KH. Djazuli dan putranya, KH. Ali Zuhri.

KH. Djazuli (1874–1960) merintis Pondok Pesantren di Sundoluhur sekitar tahun 1950-an yang kemudian menjadi pusat penyebaran ajaran Tarajumah di wilayah Pati Selatan. Melalui keteladanan hidup, dakwah, dan pendidikan, beliau berhasil membangun fondasi kuat bagi perkembangan jamaah Rifa'iyah.

Setelah beliau wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH. Ali Zuhri. Pada tahun 1965, bersama sejumlah tokoh Rifa'iyah, beliau mendirikan YPIR dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan Islam formal, melestarikan ajaran Tarajumah, serta memperkuat posisi sosial masyarakat Rifa'iyah.

Di bawah kepemimpinan KH. Ali Zuhri, YPIR berkembang pesat dengan mendirikan beberapa lembaga pendidikan, yaitu:

  • MI Miftahul Muhtadin (1970)
  • MTs Miftahul Muhtadin (1981)
  • RA Miftahul Muhtadin (1983)

Selain pendidikan formal, YPIR juga membina TPQ, Madrasah Diniyah, serta berbagai kegiatan pengajian rutin yang terus berlangsung hingga sekarang.

Setelah KH. Ali Zuhri wafat pada tahun 1999, kepemimpinan YPIR diteruskan oleh KH. Sodikin, M.Pd.I., kemudian KH. Muhammad Toha yang mendirikan SMA Rifa'iyah Sundoluhur pada tahun 2004, dan sejak tahun 2021 dipimpin oleh K. Muhammad Nur Alim yang berfokus pada pengembangan sarana pendidikan dan pembangunan Pondok Pesantren Miftahul Muhtadin Putra Komplek Al Farodis.


Ringkasan Biografi Masyayikh YPIR Sundoluhur

1. K. Djazuli (1874–1960)

K. Djazuli merupakan pelopor penyebaran ajaran Tarajumah di wilayah Pati Selatan. Setelah menimba ilmu di Bekiking dan Tepuro, beliau mendirikan Pondok Pesantren Sundoluhur yang menjadi pusat pendidikan kitab-kitab KH. Ahmad Rifa'i. Beliau dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam ibadah, sederhana dalam kehidupan, serta menjadi teladan bagi masyarakat.

2. KH. Ali Zuhri

Sebagai putra K. Djazuli, KH. Ali Zuhri melanjutkan perjuangan ayahnya dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Rifa'iyah (YPIR) pada tahun 1965. Beliau mempelopori berdirinya MI, MTs, dan RA Miftahul Muhtadin, memperkuat sistem pendidikan pesantren, mengembangkan dakwah, serta dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan visioner dalam membangun pendidikan Islam.

3. Kiai Ja'far

Kiai Ja'far merupakan putra sulung K. Djazuli yang dikenal karena kejujuran, kedisiplinan, keteguhan ibadah, dan kehidupan tirakatnya. Beliau berperan besar dalam menjaga kehidupan spiritual masyarakat serta turut meletakkan fondasi pendidikan Islam bersama saudara-saudaranya.

4. Kiai Ali Zuhdi

Kiai Ali Zuhdi merupakan ulama ahli kitab kuning yang menempuh pendidikan di berbagai pesantren hingga Banten. Beliau dipercaya menjadi pelaksana awal MI Miftahul Muhtadin dan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Sundoluhur meskipun wafat pada usia yang relatif muda.


Kesimpulan

Sejarah YPIR Sundoluhur merupakan hasil estafet perjuangan beberapa generasi ulama. K. Djazuli meletakkan dasar dakwah dan pendidikan melalui pendirian pesantren, kemudian KH. Ali Zuhri mengembangkannya menjadi lembaga pendidikan formal melalui YPIR. Perjuangan tersebut diteruskan oleh para penerus hingga kini, sehingga YPIR tetap menjadi pusat pendidikan Islam Rifa'iyah yang menjaga ajaran Tarajumah sekaligus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.